Minggu, 28 November 2010

MASALAH KELANGKAAN MINYAK TANAH DI INDONESIA

ini masalah kelangkaan minyak tanah di beberapa daerah dan kota-kota besar menjadi polemik tersendiri Akhir-akhir. Padahal kita tahu minyak tanah merupakan bahan bakar/komoditi vital bagi masyarakat menengah kebawah. Saya tidak mengerti mengapa kejadian seperti ini bisa terjadi? Apa memang ini permainan orang atas b? E elakantahlah ya mungkin kalian punya persepsi masing-masing.

          
Kelangkaan minyak tanah ini juga berdampak pada saya dan teman-teman yang tercatat sebagai anak kost, yang hidup serba pas-pasan yang hanya memiliki kompor minyak!. Tadi pagi sewaktu akan membeli minyak tanah, dari satu warung ke warung lainnya, semuanya mengatakan "Kosong", bahkan ada yang mengatakan " Ada juga di Dago, itupun 6000/Litter ", mahal sekali bukan?. Bagaimana bagi mereka yang berpenghasilan kecil dan hidup dipelosok, saya yang hidup di Kota pun sama susahnya mencari minyak tanah. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?

Pemerintah dan Pertamina tidak boleh hanya berdiam diri membiarkan masalah ini berlarut-larut, para petinggi-petinggi itu harus segera mengambil sikap atau dikhawatirkan akan berdampak fatal bagi negara kita tercinta ini. Apa ini ada kaitannya dengan permainan antara spekulan dan pedagang yang hanya menginginkan keuntungan besar, seperti yang diduga banyak orang, bila memang terbukti benar, mereka memang bejad, tak punya rasa kemanusiaan, hanya memikirkan duniawi, toh pada akhir dunia nanti, harta kita tidak dibawa mati.

          
Sudah sering terbongkar penimbunan minyak tanah oleh beberapa oknum, tapi masih saya kejadian ini berulang terus menerus. Kenapa?. Untuk apa ada beribu-ribu aparat keamanan di negara kita, apa oknum-oknum tersebut lebih cerdik daripada mereka (red:aparat keamanan)? atau memang ada unsur kerjasama antara oknum (spekulan, pedagang, Pertamina) dengan aparat keamanan?. Sekilas masalah kelangkaan minyak tanah ini seakan seperti masalah sepele, namun sebenarnya berdampak besar bagi negara, di mata dunia kita akan dicap sebagai negara yang miskin!, pemerintahnya tidak becus mengurusi negara!.

Salah satu dugaan saya juga (maaf kalau ternyata tidak benar), apa ini ada kaitannya dengan pemakaian bahan bakar gas untuk rumah tangga? itu lho yang iklanya marak di media massa. Toh hingga detik ini pun untuk pembagian gas tersebut juga belum merata, contohnya ditempat saya ngontrak sekarang, ditempat asli saya pun, Subang belum sampai. Bagaimana donk Pertamina, kalau memang seluruh warga diharuskan untuk memakai bahan bakar gas, ya seharusnya pembagiannya harus merata, jangan malah jadi kacau seperti sekarang, minyak tanah susah dicari tapi gas yang dijanjikan pun tak ada.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar